Peranan Executive Function pada Proses Bermain Anak

Ditulis oleh Gunawan. Disunting oleh M Elysa Nasri G

Executive function (kemampuan eksekusi) adalah bagian terpenting pada perkembangan otak anak di usia dini, hal ini akan membantu anak mempelajari kemampuan untuk mengendalikan diri dan menganalisis tindakan agar anak menjadi pribadi yang berbudi pekerti baik dan tumbuh menjadi anak yang lebih ceria.

Fungsi eksekutif mengacu pada fungsi otak yang mengaktifkan, mengatur, mengintegrasikan, dan mengelola fungsi lainnya. Ini memungkinkan individu untuk memperhitungkan konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang dari tindakan mereka dan untuk merencanakan hasil tersebut. Hal ini juga memungkinkan individu untuk melakukan evaluasi  tindakan mereka dan membuat penyesuaian yang diperlukan jika tindakan tersebut tidak mencapai hasil yang diinginkan.

Dua peneliti ADHD terkemuka yang terlibat dalam mempelajari fungsi eksekutif adalah Russell Barkley, PhD dan Tom Brown, PhD. Model Barkley didasarkan pada gagasan bahwa ketidakmampuan ADHD untuk mengatur diri sendiri merupakan akar dari banyak tantangan yang dihadapi oleh individu dengan ADHD.

Dia menjelaskan bahwa individu dengan ADHD mungkin tidak dapat menunggu dalam merespon sesuatu, sehingga bertindak impulsif dan kurang  pertimbangan  dalam menganalisa konsekuensi baik dan buruk yang di akibatkan dari tindakannya. Barkley mengelompokan fungsi eksekutif menjadi empat bidang, yaitu nonverbal working memory, internalization of speech (verbal working memory), self-regulation of affect/ motivation/ arousal, dan reconstitution (planning and generativity).’

Sedangkan Brown, fungsi eksekutif dikelompokkan menjadi enam, yaitu organizing, prioritizing, and activating for tasks (kemampuan memprioritaskan masalah), focusing, sustaining, and shifting attention to task (kemampuan memfokuskan masalah), regulating alertness, sustaining effort, and processing speed (kecepatan dalam pemecahan masalah), managing frustration and modulating emotion (mengendalikan emosi dan frustrasi), utilizing working memory and accessing recall (mengingat informasi), dan monitoring and self-regulating action (menganalisis efek tindakan yang dilakukan).

Tidak hanya pada anak ADHD, beberapa anak juga mengalami beberapa permasalahan dengan fungsi eksekutif, kurangnya stimulasi bermain, pengaruh lingkungan sosial, hingga pola asuh juga dapat mempengaruhi perkembangan fungsi eksekutif pada anak.

Beberapa stimulasi sederhana yang dapat diberikan pada anak untuk mendukung perkembangan fungsi eksekutifnya adalah dengan memberikan stimulasi dengan aktivitas bermain yang mendorong aktifnya komponen-komponen skill yang telah dijelaskan oleh Brown dan Russell.

Adapun contoh dari permainan yang dapat mengasah perkembangan fungsi eksekutif  diantaranya, yaitu

  1. Permainan drama

Melalui permainan drama, anak akan mendapatkan sebuah peran dan mengingat peran orang lain di dalam pikirannya. Hal ini akan melatih kekuatan ingatannya. Mereka juga harus menyesuaikan diri dengan jalan cerita yang berputar dan plot yang berkembang. Hal ini melatih mereka untuk berpikir fleksibel.

  1. Mendengarkan dongeng atau cerita

Mendengarkan sebuah cerita mendorong perkembangan di area berbeda pada otak dibandingkan area yang berkembang saat anak membaca buku bergambar. Anak menggunakan kekuatan ingatan untuk mengikuti alur cerita dan setiap tokoh yang ada, kemudian menggabungkan setiap detail informasi dengan jalan cerita.

  1. Rintangan/ obstacle

Membuat sebuah rintangan dimana anak harus melewati berbagai hal seperti merangkak di lantai, melompati sofa, atau melewati sebuah lorong buatan. Rintangan yang bervariasi atau tingkat kesulitan yang tinggi akan membuat anak merasa tertantang.

Stuart Shanker mengatakan, “Bisa mengendalikan tubuh dan merencanakan tindakan fisik adalah bagian fundamental dalam belajar bagaimana mengelola otak anak. Aktivitas tersebut menuntut anak untuk melakukan tindakan yang berbeda dalam waktu yang sama, juga mencari cara untuk menggunakan berbagai tindakan demi mencapai tujuan. Hal ini berdampak baik pada executive function anak.”

  1. Menggunakan alat pengatur waktu

Anak usia pra-sekolah biasanya sangat sulit untuk menunggu, mereka belum mengerti tentang konsep waktu. Salah satu cara untuk membuat anak lebih mudah untuk menunggu ialah dengan memintanya melihat jam atau penanda waktu lain dan membiarkan mereka menghitung waktu yang tersisa.

“Alat pengatur waktu seperti jam dinding atau jam digital di oven memberi anak gambaran waktu yang tersisa yang bisa mereka hitung sendiri. Hal ini membantu mereka belajar untuk membuat rencana dan mengukur langkah mereka,” kata Adele Diamond.

  1. Permainan yang menuntut konsentrasi anak

Permainan ini biasanya melibatkan ucapan dan gerakan tangan secara berurutan, seperti permainan Simon Says yang akan membuat anak fokus pada ucapan orang yang berperan sebagai Simon. Hal ini akan melatih koordinasi indera pendengaran, otak, dan gerakan anggota badan anak.

  1. Membuat kue

Mengizinkan anak membantu Anda membuat kue akan melatih otak anak. Karena anak akan mengikuti resep yang membuatnya harus bekerja dengan rencana, memperbarui rencana dengan apa yang sudah dilakukan kemudian memikirkan apa yang harus dilakukan berikutnya.

  1. Feely bag

Permainan ini dapat dilakukan dengan memasukkan mainan atau benda lain yang dikenal oleh anak pada sebuah plastik hitam atau kantong kain yang berwarna gelap. Kemudian anak diminta untuk memasukkan tangannya ke kantong tersebut tanpa mengintip, lalu minta anak menebak benda apa yang ia sentuh. Latihan ini membutuhkan ingatan dan juga menghubungkan informasi sensorik dengan gambaran yang ada di pikiran mereka.

 

Referensi

Barkley, Russell A., Murphy, Kevin R., Fischer, Mariellen (2008). ADHD in Adults: What the Science Says (pp 171–175). New York, Guilford Press.

Brown, Thomas E. (2005). Attention Deficit Disorder: The Unfocused Mind in Children and Adults (pp 20–58). New Haven, CT, Yale University Press Health and Wellness.

Executive function  skill diakses dari https://chadd.org/about-adhd/executive-function-skills/ diakses pada 28 September 2019

Mengembangkan fungsi eksekutif si buah hati diakses darihttps://www.seraphinaeducationalcorner.com/articles/233-mengembangkan_executive_function_si_buah_hati.html diakses pada 28 September 2019

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s