Cerebral Cortex and Cortical Level

Ditulis oleh Gunawan. Disunting oleh Elysa Nasri

Setiap gerak-gerik dan perilaku manusia diatur oleh otak. Ada banyak bagian otak yang bertanggung jawab untuk menjalankan berbagai fungsi tubuh. Salah satunya adalah korteks serebral. Korteks serebral adalah lapisan tipis yang membungkus bagian luar otak (1,5 mm – 5 mm). Serebral korteks tersusun dari tonjolan berlipat berkerut yang disebut girus dan celah yang disebut sulci. Korteks serebral  dilapisi oleh selaput meninges yang tersusun dari ratusan hingga ribuan sel saraf yang saling berdempetan. Korteks otak sering juga disebut sebagai grey matter.

Seiring waktu, korteks manusia mengalami proses pengerutan. Proses ini terjadi karena otak yang terus mengumpulkan dan menyimpan semua informasi yang didapat dari waktu ke waktu. Lipatan-lipatan tersebut menambah luas permukaan otak, meningkatkan jumlah grey matter dan jumlah informasi yang dapat diproses.

Otak besar (cerebral) adalah bagian paling maju dari otak manusia dan bertanggung jawab untuk sebagian besar pemrosesan informasi sensorik dari lima indera yang terjadi di korteks serebral.

1

Bagian otak ini yang paling berkembang dari otak manusia dan bertanggung jawab untuk berpikir, memahami, berbicara, memproduksi dan memahami bahasa, ingatan, perhatian/kewaspadaan, kepedulian, kesadaran, organisasi dan perencanaan, pemecahan masalah, kemampuan sosial, fungsi motorik lanjutan, hingga mengambil keputusan.

Korteks serebral dibagi lagi menjadi empat lobus yang masing-masing memiliki fungsi spesifik. Lobus ini termasuk lobus frontal yang berfungsi mengatur gerakan, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, memori, dan bahasa .  Lobus parietal berfungsi mengontrol fungsi koordinasi, proprioseptif, dan fungsi persepsi seperti kinestesia dan persepsi jarak.

Lobus temporal berfungsi untuk mempersepsikan suara dan bahasa serta mengelola informasi untuk dapat memahami makna dari sebuah ucapan/ tata bahasa. Lobus oksipital berfungsi cepat dalam memproses informasi visual yang di terima oleh mata baik dalam bentuk simbol, tulisan, maupun warna.

2.png

4

Apa  maksud  istilah cortical level?

Cortical level adalah istilah neurofisiologis yang  dimiliki korteks serebral, istilah ini   merupakan gambaran hirarki teratas dari sistem neurofisiologis jaras sensori motor. Dapat juga dianalogikan sebagai istilah level pemerosesan informasi dari luar tubuh (contoh otot skeletal)  ketika telah  sampai ke level korteks ,

Korteks serebral terhubung ke berbagai struktur subkortikal seperti thalamus dan ganglia basal. Fungsi korteks umumnya mempunyai tiga tugas utama  dalam sistem neurofisiologis, yaitu area sensorik, motorik, dan asosiasi.

Bagian dari korteks yang menerima input sensorik dari thalamus disebut area sensorik primer. Masing-masing panca indera berhubungan dengan kelompok sel otak tertentu yang mengkategorikan dan mengintegrasikan informasi sensorik.

Daerah sensorik tersebut menerima input dari thalamus dan memproses informasi yang berkaitan dengan indera. Mereka termasuk korteks visual lobus oksipital, korteks pendengaran lobus temporal, kusta gustatori, dan korteks somatosensori lobus parietal.

Dalam area sensorik terdapat juga area asosiasi yang memberi arti pada sensasi dan menghubungkan sensasi dengan rangsangan tertentu (fungsi persepsi). Sedangkan area motor, yaitu korteks motor primer dan korteks premotor, berfungsi mengatur gerakan-gerakan tubuh yg disadari (voluntary movement).

Apa yang terjadi jika fungsi korteks serebral terganggu?

Beberapa masalah yang mungkin akan muncul jika fungsi korteks terganggu adalah spastisitas (kekakuan motorik seperti pada kondisi stroke dan cerebral palsy), gangguan fungsi sensori motor, seperti dispraksia, ataksia, disgrafia, juga gangguan-gangguan fungsi kognitif dan memori. Di sisi lain, kerusakan fungsi korteks serebral juga ada kaitannya dengan gangguan fungsi perilaku seperti depresi, kesulitan dalam pengambilan keputusan, kurangnya kontrol impuls, masalah memori, dan masalah perhatian, gangguan ini sering disebut juga dengan gangguan fungsi eksekutif.

Referensi

What Does the Brain’s Cerebral Cortex Do? diakses dari https://www.thoughtco.com/anatomy-of-the-brain-cerebral-cortex-373217 pada  28 Oktober  2019

Functional Systems of the Cerebral Cortex diakses dari https://courses.lumenlearning.com/boundless-ap/chapter/functional-systems-of-the-cerebral-cortex/ pada 28 September 2019

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s