DIR Floortime Pada Autism Spectrum Disorder (ASD)

Ditulis oleh Riama. Disunting oleh Elysa.

DIR Floortime dikembangkan oleh Stanley Greenspan pada awal 1990-an untuk mendorong orang tua terlibat dalam sesi bermain terstruktur dan spontan yang bertujuan untuk membangun hubungan, keterikatan sosial, berpikir kompleks, dan pemecahan masalah pada anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) (Lang, Hancock, & Singh, 2016). Autistik merupakan suatu gangguan perkembangan yang kompleks yang berhubungan dengan komunikasi, interaksi sosial, dan aktivitas imajinasi.

Melalui DIR Floortime, kita dapat meningkatkan perkembangan dengan cara yang baik yaitu membangun koneksi, pemahaman, cinta, komunikasi, dan hubungan. Untuk mendapatkan perhatian anak, terapis mengikuti apa yang menjadi kesukaan anak. DIR Floortime paling sering dimanfaatkan pada anak yang memiliki masalah pada pendidikan, sosial-emosional, kesehatan mental, atau perkembangan.

DIR dapat membangun fondasi yang sehat dalam perkembangan sosial, emosional, dan intelektual anak. DIR memanfaatkan kunci afektif (emosional) atau aspek hubungan untuk mempromosikan perkembangan.

  • “D” menggambarkan perkembangan dari sudut pandang individu, di mana mereka berada dan kemana arah tujuan mereka. Memahami proses perkembangan yang unik bagi setiap orang untuk dihormati dan dipandu dalam perjalanan perkembangan pribadinya sendiri.
  • “I ” menggambarkan cara yang berbeda setiap orang dalam mengambil, mengatur, merespon, dan memahami dunia di sekitar mereka.
  • “R” menggambarkan bagaimana hubungan menjadi bahan bakar perkembangan manusia. Manusia adalah makhluk sosial dan hubungan adalah kunci bagi perkembangan manusia.

Secara sederhana, Floortime dipahami sebagai teknik terapi berbasis hubungan untuk anak-anak di mana orang tua turun ke lantai dan bermain serta bekerja sama dengan anak selama 20 menit atau lebih untuk menguasai kapasitas perkembangan dengan memahami perbedaan kondisi emosi, sosial, dan intelektual anak, serta perbedaan motorik, sensori, dan fungsi bahasa anak (Hess, 2013). Permainan yang dilakukan adalah apa yang menjadi kesenangan anak. Floortime bertujuan untuk membantu anak mencapai enam tonggak penting yang mendukung pertumbuhan emosional dan intelektual

Tahapan 1: Mengatur diri dan minat terhadap lingkungan. Pada tahap ini anak  mampu menerima dan mengolah rangsang dari lingkungan. Peran teman dalam keterampilan ini adalah dasar dalam membangun keterampilan intelektual, emosi, dan sosial yang kompleks. Tanpa teman itu anak tidak dapat belajar, tidak dapat mengembangkan hubungan dengan yang lain.

Tahapan 2: Keakraban – keintiman. Pada tahapan ini orang tua merupakan bagian yang sangat penting untuk bayi. Keakraban mengajarkan bayi tentang cinta (love) dan kehangatan serta kegembiraan dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Penguasaan tahapan ini akan mempererat (cements) keterampilan bahasa, kognitif,dan gerak yang akan memberikan dasar untuk kapasitas bergerak, berpikir, dan bicaranya di kemudian hari.

Tahapan 3-: Komunikasi dua arah. Pada tahap ini, bayi menyadari bahwa dia mempunyai pengaruh yang kuat pada orang tuanya, ketika bayi tersenyum pada ibunya, ibunya tersenyum kembali, ketika dia mendekati ayahnya, ayahnya menyambutnya. Anak menyadari bahwa tingkah lakunya akan berdampak pada lingkungan, sehingga timbul keinginan dan inisiatif. Pada tahapan ini anak menyadari konsep sebab-akibat, dan memahami bahwa lingkungannya terbentuk secara logis.

Tahapan 4: Menetapkan komunikasi kompleks. Pada tahapan ini anak sudah menguasai dasar komunikasi dua arah, dia dapat membuka dan menutup sejumlah lingkaran dengan cepat dan kompleksitas mereka juga tumbuh, dapat merangkai gerakan kedalam respon yang rumit (complecated). Anak menjadi kreatif dalam merangkai gerakan untuk mengkomunikasikan keinginan-keinginannya.

Tahapan 5: Ide Emosional. Pada tahapan ini anak mampu menciptakan ide, mengenal simbol termasuk bahasa yang melibatkan emosi. Kemampuan menciptakan ide ini awalnya berkembang dalam bermain pura-pura (pretend play), yang memberikan banyak kesempatan untuk bereksperimen dengan perasaan, keinginan dan harapan. Akhirnya anak mampu memanipulasi ide, menggunakannya untuk memenuhi kebutuhannya, dan meningkatkan tingkat komunikasi dan kesadaran lebih tinggi.

Tingkatan 6 : Berfikir emosional. Pada tahap ini anak dapat mengekspresikan rentang emosinya yang luas dalam bermain, dapat meramalkan beberapa perasaannya dan mulai melihat bahwa perasaannya dan perilakunya berpengaruh pada yang lain. Anak mulai memahamami konsep-konsep ruang dan waktu. Kemampuan membuat konsep (conceptualize) ruang dan waktu dan merangkai tindakan dan perasaan memungkinkan anak untuk mengembangkan suatu pemahaman tentang dirinya sendiri yang memiliki jembatan logis antara persepsi, ide, dan emosi yang berbeda.

DIRFloortime telah sangat dikenal sebagai pendekatan untuk mendukung anak dengan ASD. Anak autistik memiliki karakteristik kesulitan dalam komunikasi dan interaksi sosial serta adanya minat yang terbatas, perilaku berulang, atau keterikatan dalam minat dan aktivitas. Hal ini menjadi masalah saat anak bertumbuh seiring usia dan terlibat dalam lingkungan yang lebih luas karena kurangnya kemampuan sosial pada anak autistik. DIR Floortime bertujuan mendorong munculnya atensi dan keakraban, komunikasi dua arah, mendorong munculnya ekspresi dan penggunaan perasaan serta gagasan, dan pemikian logis dalam mencapai tahap perkembangan emosionalnya melalui kegiatan bermain.

Bermain dengan pendekatan Floortime bukan hanya secara harafiah bermain dengan duduk di lantai. Namun di dalam pendekatan Floortime, terdapat dua hal yang penting untuk diperhatikan, yaitu follow the child’s lead (mengikuti arahan atau ide, minat anak) lalu secara perlahan kita memberikan tantangan yang sesuai untuknya. Ketika bermain, anak berkesempatan untuk menuangkan perasaan, dan dorongan untuk mengekspresikan diri melalui bahasa tubuh dan kata-kata.

Dalam pendekatan DIR Floortime, kita mengikuti arahan anak dan petunjuk dari anak, bukan kita yang mengarahkan anak.  Minat ataupun arahan yang berasal dari anak adalah “jendela” untuk masuk kedalam kehidupan perkembangan emosi mereka. Karena dengan demikian kita akan memahami apa yang menjadi keinginan anak yang muncul dalam diri anak sendiri.  Sehingga ketika kita mengikuti arahan anak sesuai dengan minat anak, kita dapat masuk ke dunia mereka. Ketika kita dapat menghargai minat anak dan menghargai dirinya sebagai individu, maka dengan sendirinya anak akan membuka dirinya pada kita dengan memberikan tatapan ramah dan senyuman hangat sehingga respon anak dengan kehadiran orang lain bukanlah perilaku yang  merasa  terganggu atau bahkan menghindar. Ketika hal ini terjadi, maka kita berhasil memasuki dunia berbagi antara anak dengan kita dan keluar dari dunianya sendiri. Cara kita menarik mereka ke dunia berbagi adalah dengan cara yang hangat dan menyenangkan karena kita mengikuti minat dan arahan anak. Ketika anak masuk dalam dunia berbagi, kita dapat membantu mereka untuk dapat menguasai enam tahapan perkembangan emosi yang harus dilalui oleh anak.

 

Referensi

Greenspan, S., & Wieder, S. (2008). DIR®/Floortime™ Model. The International Council on Developmental and Learning Disorders

Greenspan, Stanley I., 1998, The Child with Special Needs, Massachusetts, USA: Perseus Books.

Hess, E. B. (2013). DIR®/Floortime™: Evidence based practice towards the treatment of autisme and sensory processing disorder in children and adolescents. International Journal of Child Health and Human Development, 6(3), 267-274.

Kirana dkk. 2018. Penerapan DIR FLOORTIME pada Anak dengan Autism Spectrum Disorder untuk Kemampuan Sosial. Program Studi Magister Psikologi, Universitas Tarumanagara. Jurnal Psibernetika.

Lang, R., Hancock, T. B., & Singh, N. N. (Eds.). (2016). Early intervention for young children with autism spectrum disorder. Springer.

Manfaat Floortime™ bagi Perkembanga Emosi Anak. Diakses dihttp://www.anakku.net/manfaat-floortime-bagi-perkembangan-emosi-anak.html pada tanggal 4 November 2019.

What is Floortime?. Diakses di https://www.autismspeaks.org/floortime-0 pada tanggal 2 November 2019.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s