Pengaruh Gadget Pada Tumbuh Kembang Anak

Ditulis oleh Riama. Disunting oleh Elysa

Bicara soal gadget, siapa yang tidak mengenal gadget di zaman ini? Hampir semua orang yang hidup di zaman sekarang mengenal teknologi canggih ini. Peran gadget kini bukan lagi sebagai kemewahan, namun kebutuhan. Gadget sendiri dapat berupa komputer, laptop, tablet pc, video game dan juga telepon seluler atau smartphone (Indrawan, 2014 disitasi Dewanti, Widada dan Triyono, 2016, h127; Iswidharmanjaya, 2014, h7).

Pengguna gadget juga berasal dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak – anak hingga orang dewasa. Perkembangan zaman mengharuskan seseorang untuk melek terhadap teknologi. Sebagian orang beranggapan bahwa pengenalan gadget sejak dini itu penting. Akan tetapi menurut Novita Tandry seorang pakar psikologi anak menyatakan bahwa ada usia ideal untuk menggunakan gadget pada anak, yakni saat anak berusia 7-9 tahun. Pada rentang usia ini, tingkat pemahaman anak tentang benar dan salah dianggap sudah matang (Cahya (2017).

Pengenalan akan gadget pada anak harus telah melewati golden periodGolden period adalah periode lima tahun pertama kehidupan anak yang sering disebut juga sebagai window opportunity atau critical period. Pada masa ini, otak anak berkembang sangat pesat, dimana sebagian besar jaringan sel-sel otak berfungsi sebagai pengendali setiap aktivitas dan kualitas manusia. Anak-anak merespon dan cepat belajar hal-hal baru dengan mengeksplorasi lingkungan sekitarnya (Wijaya, 2009 disitasi Suana dan Firdaus, 2014, h181; Gunawan dan Wibowo, 2016, h25). Periode ini merupakan periode kondusif dalam mengoptimalkan berbagai macam kemampuan, kecerdasan, bakat, kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosioemosional, dan spiritual. Rentang usia ini juga sangat menentukan pembentukan karakter, baik sikap, perilaku, dan kepribadian seorang anak di masa depan (Dorlina, 2011 disitasi Wulandari, Ichsan dan Romadhon, 2016, h47).

Stimulasi juga menjadi hal yang sangat penting.pada usia dini. Stimulasi merupakan proses pemberian rangsangan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dasar yang dimiliki oleh anak terutama dalam  pertumbuhan dan perkembangan pada anak (Gunawan dan Wibowo, 2016, h26; Siswanto, 2014, h145; Departemen Kesehatan, 2006 disitasi Nurjanah, 2015, h113). Apabila anak sudah mengenal gadget dalam masa golden period, maka peluang anak untuk mengeksplor lingkungannya akan turun drastis, akibatnya perkembangan otak yang sedang aktif-aktifnya tidak akan optimal  karena kurangnya stimulasi. Kurangnya stimulasi akan menyebabkan terlambatnya pertumbuhan dan perkembangan pada anak.

Sangat disayangkan ada banyak orang tua di zaman sekarang yang dengan santainya memfasilitasi anak mereka untuk mengeksplor gadget di bawah usia 9 tahun bahkan saat anak masih berada pada golden period. Seringkali penggunaan gadget pada anak tidak diikuti pengawasan oleh orang tua. Kurangnya kepedulian orang tua saat anak menggunakan gadget akan menimbulkan banyak dampak negatif. Salah satu alasan orangtua memberikan gadget karena saat anak menggunakan gadget seorang anak akan senang dan tidak merengek sehingga orang tua dapat melakukan aktivitasnya. Sekitar 74% orang tua mengemukakan bahwa gadget dapat digunakan sebagai pengasuh kedua karena saat menggunakan gadget anak akan duduk tenang dan sibuk memainkan gadgetnya.

Penggunaan gadget yang berlebihan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan candu. Kecanduan gadget dapat mempengaruhi perkembangan otak anak karena produksi hormon dopamin yang berlebihan mengganggu kematangan fungsi prefrontal korteks yang mengontrol emosi, kontrol diri, tanggung jawab, pengambilan keputusan, dan nilai-nilai moral lainnya.

Ada beberapa tanda yang dapat kita lihat bila anak sudah kecanduan gadget, yaitu anak kehilangan keinginan untuk beraktivitas, membicarakan tentang teknologi terus menerus, cenderung membantah jika dihalangi mengakses gadget, sensitif atau mudah tersinggung, mood mudah berubah, egois, sulit berbagi waktu dalam penggunaan gadget dengan orang lain, sering berbohong karena sudah tidak bisa lepas dengan gadgetnya, dengan kata lain anak akan mencari cara apapun agar tetap bisa menggunakan gadgetnya walaupun jika itu harus mengganggu waktu tidurnya.

Beberapa orang tua mengaku merasa khawatir dengan perkembangan anaknya saat ini yang mengalami ketergantungan pada gadget. Mereka mengatakan bahwa anak mereka biasa menggunakan gadget satu sampai dua jam bahkan lebih untuk bermain dan menonton video. Saat anak bermain gadget, anak cenderung diam memperhatikan gadgetnya masing-masing tanpa mempedulikan dunia sekitarnya. Bahkan akan marah atau menangis jika gadgetnya diambil. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk memperhatikan batas–batas penggunaan gadget pada anak dan melatih kedisiplinan anak dengan tidak selalu menuruti keinginannya saat merengek untuk diberikan gadget.

Adapun batasan waktu penggunaan gadget yang baik untuk anak dikemukakan oleh Karen Remley selaku ketua America Academy of Pediatrics dalam sebuah konferensi nasional yang diselenggarakan di San Francisco, yang menyatakan bahwa lamanya menatap waktu layar untuk anak usia 2 tahun keatas adalah 1 jam  per hari dan untuk anak usia 18 bulan kebawah disarankan untuk tidak terpapar langsung oleh media digital ( Middlebrook, 2016). Akan tetapi, dalam  kehidupan kita saat ini banyak ditemui anak dibawah usia 9 tahun yang sudah mahir menggunakan gadget.

Dengan demikian, bagi para orang tua untuk memotivasi anak untuk tetap berinteraksi dengan dunia luar, seperti bermain dengan  teman-temannya agar petumbuhan dan perkembangan tubuh serta perilaku anak dapat mencapai kematangan dengan baik

REFERENSI

Cahaya,D.K. 2017. Berapa Usia Ideal Anak Gunakan “Gadget”?. Kompas.com. Tersedia Online.http:/sains.kompas.com/read/2017/05/10/180307820/berapa.usia.anak.gunakan.gadget

Dewanti, T. C., Triyono. & Widada. (2016). Hubungan Keterampilan Sosial dan Penggunaan Gadget Smartphone dengan Prestasi Belajar Siswa Sma Negeri 9 Malang. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 1 (3). ISSN: 2503-3417.

Middlebrook, H. 2016. New Screen Time Rules for Kids, by Doctors. CNN.Tersedia online: http://edition.cnn.com/2016/10/21/health/screen-time-media-rules-children-aap/index.html.

Noorshahiha, M. F . 2016. The Level of Tolerance Sanctioning Children Using Gadgets by Parents Lead To Nomophobia: Early Age Gadget Exposure: International Jurnal art and science 09(02).

Setianingsih, Ardani, Khayati. 2018. Dampak penggunaan gadget pada anak usia prasekolah dapat meningkatan resiko gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas. STIKes Muhammadiyah Klaten. Indonesia

Sundus. 2018. The Impact of using Gadgets on Children. Department of Computer Science, Lahore Garrison University, Lahore. J Depress Anxiety 2018, 7:1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s