Pandangan Ruby dan Mariko Mahasiswa OT Kanada Mengenai School Based OT

Surakarta 23 Oktober 2019, TIM SEBAT OT melakukan wawancara terhadap dua mahasiswa okupasi terapis dari kanada, wawancara kali ini megangkat isu mengenai school based OT di Kanada.

Menurut Ruby School Based OT adalah okupasi terapis yang berada di dalam kelas dan sekolah dimana tidak ada pemisah antara anak berkebutuhan khusus dan anak dengan masa tumbuh kembang yang normal.

Menurut mariko, okupasi terapis dapat melakukan intervensi yang sama dengan yang di lakukan di klinik dan rumah sakit untuk anak berkebutuhan, tetapi ketika di dalam kelas terapis fokus pada perspektif edukasi yaitu menangani masalah okupasional pada anak berkebutuhan yang ada di dalam kelas seperti membaca, menulis, social skill, sehingga bisa melakukan aktivitas yang bermakna dengan teman sekelasnya.

Menurut Ruby, intervensi yang bisa diberikan okupasi terapis di dalam kelas diantaranya melakukan intevensi pada kemampuan fine motor, intervensi pada masalah seeking dan processing sensory, intervensi pada komunikasi, intervensi pada self-regulation atau intervensi pada regulasi emosi. Mariko menambahkan, intervensi di dalam kelas juga bisa melatih social skills, komunikasi, dan masih banyak lagi di berbagai area.

Menurut Mariko perbedaan pemberian intervensi okupasi terapi di kelas dengan di rumah sakit atau klinik yaitu intervensi di kelas cenderung lebih mengarah ke konteks edukasi dan bekerjasama dengan profesi lain seperti guru , educational asistant, keluarga, dan kepala sekolah. Dimana pada medical settings okupasi terapis tidak selalu berfikir tentang kesehatan secara medis, tetapi juga berfikir tentang masalah edukasi dan bagaimana membantu siswa dalam belajar untuk meraih kesuksesannya.

Lamanya intervensi okupasi terapis yang dilakukan dikelas tergantung pada jenis intervensi yang diberikan, mariko menjelaskan, misalnya pada hal yang sederhana seperti latihan pencil grip biasanya dapat dilakukan secara berkelompok dan selesai dalam satu sesi, tetapi jika pada anak dengan Cerebral Palsy maka okupasi terapis akan selalu membantunya seumur hidup.

Mariko menambahkan, jika ada anak yang membutuhkan bantuan lebih misalnya untuk datang kerumah, maka okupasi terapis dapat membantu untuk meningkatkan kemampuan anak di sekolah dan di rumahnya. Namun okupasi terapis dapat juga bekerja sama dengan para guru, sehingga mereka dapat mengedukasi permasalahan yang dihadapi anak melalui guru – guru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s